"Wanita adalah ciptaan terindah yang akan selalu hadir dalam setiap
hembusan nafasmu, dalam setiap butir embun di pagi hari. Dan wanita...
ia seperti matahari, kamu akan melihat pantulan sinarnya di embun pagi
yang akan menandai baik dan buruknya kamu diawal hari. Baik buruknya
kamu di dunia ini. Seperti sebuah embun, dia akan memudar seiring
datangnya siang, seiring datangnya angin dan daun hijau yang membawanya
jatuh ke tanah, Tapi, biarpun dia hilang, kamu akan melihat lagi embun
itu esok pagi... dan seterusnya... untuk seterusnya..."
"Ini semua bukan tentang selera, tentang musik, tentang bola, atau apa pun. Itu semua kecil banget dibanding kalo kita bisa menjadi orang yang membuat orang lain bisa bernapas lega karena keberadaan kita disitu. Yang penting jangan pernah nogongin kejelekan orang kalo orangnya nggak ada. Kita nggak akan bantu dia, soalnya dia nggak ada di situ, dan emang kalo ada kejelekan orang, langsung bilang ke orangnya. Dengan begitu kita bantu dia mengerti akan dirinya... Dan semuanya akan tambah indah kalo lo tetap jadi diri sendiri, bukan orang lain."
"Manusia mendapatkan sesuatu dari manusia lain. Manusia menjadi manusia karena manusia lain, atau mungkin ada juga manusia yang menjadi manusia kembali karena manusia lain. (bagi umat manusia, manusia itu suci) -Slogan Humanisme: suatu pandangan hidup yang menempatkan individu sebagai fokus utama-"
“Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening. Biarkan…. dia menggantung… mengambang 5 centimeter.. di depan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri… “
“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu..cuma…”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya..“
“Serta mulut yang akan selalu berdoa..”
“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang-orang biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun.. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”
“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu”
"Ini semua bukan tentang selera, tentang musik, tentang bola, atau apa pun. Itu semua kecil banget dibanding kalo kita bisa menjadi orang yang membuat orang lain bisa bernapas lega karena keberadaan kita disitu. Yang penting jangan pernah nogongin kejelekan orang kalo orangnya nggak ada. Kita nggak akan bantu dia, soalnya dia nggak ada di situ, dan emang kalo ada kejelekan orang, langsung bilang ke orangnya. Dengan begitu kita bantu dia mengerti akan dirinya... Dan semuanya akan tambah indah kalo lo tetap jadi diri sendiri, bukan orang lain."
"Manusia mendapatkan sesuatu dari manusia lain. Manusia menjadi manusia karena manusia lain, atau mungkin ada juga manusia yang menjadi manusia kembali karena manusia lain. (bagi umat manusia, manusia itu suci) -Slogan Humanisme: suatu pandangan hidup yang menempatkan individu sebagai fokus utama-"
“Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening. Biarkan…. dia menggantung… mengambang 5 centimeter.. di depan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri… “
“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu..cuma…”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya..“
“Serta mulut yang akan selalu berdoa..”
“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang-orang biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun.. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”
“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu”