Orang yang tidak
sabar menunggu datangnya rezeki dan selalu gundah karena semua
kesenangannya tidak kunjung tiba adalah seperti makmum yang mendahului
imam padahal tahu ia hanya boleh salam setelah imam melakukannya. Segala
permasalahan manusia dan rezeki itu sudah ditentukan, dan sudah selesai
lima puluh ribu tahun sebelum adanya penciptaan itu sendiri.
{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan. }
(QS. An-Nahl: 1)
{Dan, jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya}
(QS. Yunus: 107)
Umar sendiri pernah berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekejaman orang-orang yang durjana dan kelemahan orang-orang yang bisa dipercaya.” Dan Doa ini merupakan ungkapan yang agung dan tulus. Saya sendiri telah mencermati catatan perjalanan sejarah dan saya mendapatkan kesimpulan bahwa rata-rata musuh-musuh Allah itu memiliki kesungguhan, keras, tekad dan ambisi. Aneh bin ajaib, memang. Ironisnya, kaum muslimin sendiri bermalas-malasan, loyo, bergantung pada yang lain, dan tidak semangat. Hanya Allah yang tahu. Tapi setidaknya, saya benar-benar memahami kedalaman makna ungkapan Umar di atas.
{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan. }
(QS. An-Nahl: 1)
{Dan, jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya}
(QS. Yunus: 107)
Umar sendiri pernah berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekejaman orang-orang yang durjana dan kelemahan orang-orang yang bisa dipercaya.” Dan Doa ini merupakan ungkapan yang agung dan tulus. Saya sendiri telah mencermati catatan perjalanan sejarah dan saya mendapatkan kesimpulan bahwa rata-rata musuh-musuh Allah itu memiliki kesungguhan, keras, tekad dan ambisi. Aneh bin ajaib, memang. Ironisnya, kaum muslimin sendiri bermalas-malasan, loyo, bergantung pada yang lain, dan tidak semangat. Hanya Allah yang tahu. Tapi setidaknya, saya benar-benar memahami kedalaman makna ungkapan Umar di atas.